Rabu, 14 Oktober 2015

Tinjauan Pustaka



 Mobile Learning (M-Learning)



Mobile Learning (m-Learning) adalah generasi berikutnya dari e-Learning dan berdasarkan pada perangkat mobile. Satu keuntungan adalah ketersediaan tinggi dari perangkat tersebut: penetrasi pasar ponsel di Austria saat ini pada tingkat 81% dan jumlahnya terus bertambah. Hal ini dapat ditekankan bahwa mayoritas penduduk memiliki ponsel yang mereka miliki di tangan sebagian besar waktu. Akibatnya, m-Learning akan menjadi instrument penting untuk belajar sepanjang masa (Andreas H, N Alexander, M Matthias 2004).

Mobile learning (m-learning) adalah pembelajaran yang memanfaatkan teknologi dan perangkat mobile. Dalam hal ini, perangkat tersebut dapat berupa PDA, telepon seluler, laptop,  tablet  PC,  dan  sebagainya.  Dengan  mobile  learning,  pengguna  dapat  mengakses konten pembelajaran di mana saja dan kapan saja, tanpa harus mengunjungi suatu tempat tertentu  pada  waktu  tertentu.  Jadi,  pengguna  dapat  mengakses  konten  pendidikan  tanpa terikat ruang dan waktu. Hardhono dan Darmayanti (2002); Simamora (2002); Brown (2001);Haryono dan Alatas (2000) menyiratkan bahwa e-Learning itu merupakankonsep belajar jarak jauh dengan menggunakan teknologi telekomunikasi dan informasi. Beberapa kemampuan penting yang harus disediakan oleh perangkat pembelajaran m-learning adalah adanya kemampuan untuk terkoneksi ke peralatan lain terutama komputer, kemampuan menyajikan informasi pembelajaran dan kemampuan untuk merealisasikan komunikasi bila teralantara pengajar dan pembelajar.

Clark Quinn (Quinn 2000) mendefinisikan mobile learning sebagai : “The intersection of mobile computing and e-learning : accessible resources wherever you are, strong search capabilities, rich interaction, powerful support for effective learning, and performance-based assessment. E-Learning independent of location in time or space”. O’Malley et al. (2003) said that mobile learning is“ … any sort  of  learning that happens when the learner is not at a fixed, predetermined location,  or learning    that    happens when    the     learner   takes   advantage   of   learning   opportunities   offered   by   mobile technologies.”    This is similar to John Traxler’s (2005) definition    that   mobile learning is    “… any educational provision where the sole or dominant technologies are handheld or palmtop  devices.”  Keegan (2005)  tried to define mobile learning by the size of the mobile device: “Mobile learning should be restricted to learning on devices   which a lady can carry in her handbag  or  a gentleman  can carry in his    pocket.” Geddes    (2004)    defined    mobile   learning as  “the acquisition of  any knowledge and skill through using mobile technology anywhere, anytime, that results in  an alteration in behaviour.”    

Atas dasar definisi tersebut maka mobile learning merupakan model pembelajaran yang memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi. Pada konsep pembelajaran tersebut mobile learning membawa manfaat ketersediaan materi ajar yang dapat di akses setiap saat dan visualisasi materi yang menarik. Istilah M-Learning atau Mobile Learning merujuk pada penggunaan perangkat genggam seperti PDA, ponsel, laptop dan perangkat teknologi informasi yang akan banyak digunakan dalam belajar mengajar, dalam hal ini kita fokuskan pada perangkat handphone (telepon genggam). Tujuan dari pengembangan mobile learning sendiri adalah proses belajar sepanjang waktu (long life learning), siswa/mahasiswa dapat lebih aktif dalam proses pembelajaran, menghemat waktu karena apabila diterapkan dalam proses belajar maka mahasiswa tidak perlu harus hadir di kelas hanya untuk mengumpulkan tugas, cukup tugas tersebut dikirim melalui aplikasi pada mobile phone yang secara tidak langsung akan meningkatkan kualitas proses belajar itu sendiri.

Mobile Learning dapat dimanfaatkan dan dikembangkan dalam membentuk budaya belajar baru yang lebih modern, demokratis dan mendidik. Budaya belajar adalah bagian kecil dari budaya masyarakat. Budaya masyarakat diartikan sebagai keterpaduan keseluruhan objek, ide, pengetahuan, lembaga, cara mengerjakan sesuatu, kebiasaan, pola perilaku, nilai, dan sikap tiap generasi dalam suatu masyarakat yang diterima suatu generasi dari generasi pendahulunya dan diteruskan acapkali dalam bentuk yang sudah berubah kepada generasi penerusnya (Kartasasmita, 2003).

Sumber Rujukan
Gary Woodille. 2011. Mobile Learning. US; The Mc Graww-Hill Companies
Nurudin, Sistem Komunikasi Indonesia, Jakarta: Rajawali Pers, 2005.

Kamis, 08 Oktober 2015

Mobile Learning

Oleh:
Irwan Burhannudin

Apa itu mobile learning?
Mobile Learning adalah serangkaian kegiatan pembelajaran yang dilakukan oleh dua atau banyak pihak yang terlibat dalam tempat yang berbeda. Karena perbedaan tempat/kedudukan antara pengajar dan pelajar, maka mereka dipasilitasi oleh sebuah alat teknologi komunikasi canggih yang salah satunya berupa ponsel. Mobile learning diharapkan akan dapat menjadi sumber belajar alternatif yang dapat meningkatkan efisiensi dan efektifitas proses dan hasil belajar peserta didik pada masa kini dan masa yang akan datang. Program mobile learning adalah program media pembelajaran berbasis ponsel/HP/mobile yang terdapat pada situs m-edukasi.net.

Apa fungsi dari mobile learning?
Terdapat tiga fungsi mobile learning yaitu:
1. Suplemen (tambahan); dimana mobile learning ditempatkan sebagai option (plihan) bagi siswa untuk mengakses materi pembelajaran dengan cara ini. Karena kedudukannya hanya sebagai pilihan, maka siswa tidak ditekankan untuk memilih model belajar dengan cara mobile learning.
2. Komplemen (pelengkap); mobile learning dapat pula berfungsi sebagai komplemen (pelengkap), yaitu materinya diprogramkan untuk melengkapi materi pembelajaran yang diterima peserta didik di dalam kelas. Dengan demikian materi mobile learning diprogramkan untuk menjadi materi reinforcement (penguatan) atau remedial bagi peserta didik di dalam mengikuti kegiatan pembelajaran konvensional.

3. Substitusi (pengganti); Beberapa perguruan tinggi di negara-negara maju memberikan beberapa alternatif model kegiatan pembelajaran kepada para peserta didik /siswanya. Tujuannya agar para peserta didik dapat secara fleksibel mengelola kegiatan perkuliahannya sesuai dengan waktu dan aktifitas sehari-hari peserta didik. Ada tiga alternative model kegiatan pembelajaran yang dapat dipilih peserta didik, yaitu:
1) sepenuhnya secara tatap muka (konvensional)
2) sebagian secara tatap muka dan sebagian lagi melalui internet
3) sepenuhnya melalui internet.

Bagaimana cara membuat mobile learning?
Beberapa software pendukung diantaranya: Program Learning Mobile Author (LMA), program aplikasi edit foto yaitu photoscape, serta program aplikasi umum yaitu Microsoft Powerpoint (Darmawan, 2011:91-92).
1.      Menyiapkan Microsoft Powerpoint
Persiapan pertama adalah buatlah folder baru dengan nama file misalnya “Latihan M-Learning. Selanjutnya, membuat materi pembelajaran dalam bentuk powerpoint, agar dapat digunakan dalam proses mobile learning maka materi pembelajaran yang berformat ppt harus di convert menjadi format .jpeg dengan langkah-langkah sebagai berikut:
a.    Klik File lalu pilih Save As File dan klik powerpoint persentation.
b.    Kemudian pilih Save As Type, pilih JPEG file Interchange Format dan simpanlah pada folder latihan M-Learning yang telah dibuat.
c.    Telah mengklik Save akan muncul pesan, maka klik lah pada Every Slide, lalu klik Ok.
d.   Dengan melakukan langkah tersebut, maka file powerpoint berformat .ppt akan menjadi format. jpeg

2.  Photoscape
Buka software Photoscape, selanjutnya lakukan covert file yang tadi, dengan cara mengklik batch editor (editor tumpak). Carilah file yang telah di buat di powerpoint, dengan mengklik add lalu cari foldernya

Langkah berikutnya sebelah kanan layar ada tombol Atur Ukuran (Resize) lalu klik dan pilih Tarik (Strech) serta pada kolom Lebar (Widht) isikan dengan 240 dan kolom Tinggi (Height) isikan 200. Langkah terakhir adalah menyimpan hasil file yang telah dikecilkan ukurannya, yaitu dengan menekan tombol. Ubah Semua (Convert All) pada bagian atas kanan layar dan klik Simpan lalu Ok.

3. Mobile Leaarning Author (MLA)
Setelah selesai mengconvert ukuran file dengan Photoscape, selanjutnya kita masuk ke program aplikasi MLA. Selanjutnya untuk menulis identitas pembuatan mobile learning, klik Module, lalu perhatikanlah menu edit pada bawah layar dan klik Name, ubahlah tulisan New Lma Module dengan materi pembelajaran yang akan kita buat. Begitu juga dengan Creator ubah dengan nama lengkap kita. Proses berikutnya klik RESOURCE dan klik kanan pilih Add Resource. Carilah file hasil converter JPG tadi pada folder Output. Masukan slide 1 lalu klik Open, maka akan terlihat tampilan slide 1 pada view HP. Lalukan hal yang sama untuk memasukan Slide 2. Pada slide 1 klik kanan pilih Add Resource, pilih Slide 2, klik Open, dan hasilnya seperti berikut:

Untuk memindahkah file jpg atau slide materi berikutnya, lakukan langkah di atas secara berulang sampai pada akhir slide.

Isilah identitas diri  pada ABOUT dan identitas Sekolah pada DISCLEAMER. Pada “P” klik, maka akan muncul menu edit pada layar yang ditunjukan gambar panah. Untuk menambah “P” klik dan CTRL + D. Selanjutnya klik Title Page, lalu klik CTRL+D untuk menduplikasi title page tersebut. Guna title page ialah untuk menampilkan topik atau materi mobile learning yang akan disajikan dalam layar handphone. Duplikasikanlah sesuai jumlah slide yang kita buat.

Langkah berikutnya adalah title page ke-1 ubah menjadi JUDUL lalu klik IMAGE  pada bagian atas LMA yang ditujukan gambar panah, maka akan muncul disebelah kanan daftar slide pasangan  image. Pada title page ke-2 rubah menjadi halaman 2 lalu klik image. Karena yang tampil pada layar Hp slide 1, untuk mencocokan dengan slide 2 adalah perhatikan menu edit yang ditujukan gambar panah, lalu klik slide 1 lalu pilih slide 2, seperti berikut ini.


Lakukanlah langkah diatas secara berulang, sesuai dengan jumlah slide. Setelah proses selesai, lakukan penyimpanan file dengan cara klik file Save As, kemudian beri nama file sesuai dengan judul materi, misalnya “Keterbukaan dan Jaminan Keadilan” lalu klis Save. Setelah di Save, selanjutnya lakukan Generate For java ME, dengan mengklik tombol Tools, kemudian akan muncul windows options, dan klik Ok, maka akan muncul tampilan Suces dan klik Open folder. Setelah mengklik Open Folder, ini artinya sudah sukses melakukan convert materi mobile learning ke aplikasi java dengan extention Jar. Open folder adalah untuk mengecek dimana hasil convert itu disimpan.

Untuk memasukan ke dalam Handphone yang memiliki aplikasi java, dapat menggunakan jaringan Bloetooth, kabel data, ataupun menggunakan card reader. Adapun hasil tampilan materi dalam layar Handphone kurang lebih sepertigambar berikut: